Emak Daily

Lomba Tahfidz di Korea (Lomba Tahfidz Pertama Kakak)

Setelah pekan sebelumnya kakak ikut pesantren Ramadhan virtual yang diadakan Rumaisa Korea (Rumah Muslimah Indonesia di Korea) dan KBRI pekan depannya kakak ikut lomba tahfidz yang juga virtual. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Masjid Al-Fatah dengan Ustadz Syaikhoni Al-Hafiz (Imam Masjid Al-Fatah Busan) dan Prof Mona Faruq (dosen bahasa Arab berkebangsaan Mesir di Busan University of Foreign Study) sebagai juri.

Awalnya kakak gak ngeh ini tuh lomba, mami juga gak bilang kalau ini lomba. Karena kakak taunya acara Hafidz Indonesia, kakak hanya dibilang “Kakak, nanti kakak kayak Aida ya ngafalnya sambil ditonton. (Salah satu peserta HI 20018 favorite kakak) tapi nanto depan laptop kayak sekolah (pesantren Ramadhan) kemarin. Dan kakak pun menyambut dengan antusias. Walau diawal malu-malu dan takut sama Ustadz Syaikhoni. 😂😁

Adik ngintilin kakak lomba 🙂

Khusus untuk lomba ini, kami daftarkan kakak hanya akan membacakan 2 halaman (Alkafirun – An Nas), sebenarnya alhamdulillah hafalan kakak sudah hafal sampai Al-Humazah tapi makhrojnya belum begitu benar semua jadi ya hanya itu dulu saja.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Setiap anak menyetorkan beberapa surah pilihan kepada Ustadz Syaikhoni dan Prof Mona. Dari acara ini kakak bisa kenal teman-teman muslim di Korea dan tak hanya anak-anak Indonesia. Ada orang Arab yang juga menetap di Korea, ada yang ayahnya orang Korea dan tentu peserta terbanyak di dominasi oleh anak berwarga negara Indonesia …masha Allah…Allah yubaarik fiynaa.

Dan disini pun setiap anak mendapatkan nominasi, hadiah, dan sertifikat. Kakak alhamdulilah mendapatkan nominasi “The best Hafidzah”. Masha Allah, kami terharu, nak…bukan soal lomba, menang atau kalah, tapi kami benar-benar ingin menghadirkan nuansa Quran selaim di rumah yang selama ini jarang kakak temui bahkan saat ia di sekolah. Ternyata di negeri ginseng yang otentik dengan drama dan musiknya banyak sekali keluarga yang juga berjuang menghadirkan Alquran di hati anak-anak mereka. Perjuangan ini tak sendiri :’). Juga keikutsertaan kakak ini sebagai syiar agar kakak bisa lebih semangat belajar Quran, walau tertatih-tatih…walau masih suka tergoda dengan Ipin Upin dan kawan-kawannya. Kita pelan-pelan saja ya, kak.

Lain kakak lain mamaknya wkwkwk saat ada info lomba ini hanya diberitahu “Quran Recitation and Memorizing for Children” ternyata di hari berikutnya Tante Dina selaku panitia acara memberikan info bahwa ada untuk women. Jadilah mami juga ikut, dan tadinya difikir ini bakal bareng sama kakak jadi mami bisa kasih contoh dulu. Taunya beda hari wkwkwk

Walau blank, alhamdulillah mami dapet special prize as a good reciter dan dapet kupon Emart

Untuk kategori women, pesertanya juga lebih beragam, selain muslimah Indonesia yang mendominasi tentunya, ada muslimah Arab, dan muslimah Uzbekistan yang ikut. Berbeda dengan anak-anak, untuk dewasa disuruh memilih hafalan apa saja yang mau dites. Iya, beneran dites seperti lomba tahfidz resmi per soal, jadi tidak tallaqi menyeluruh. Setiap orang memberikan hizb mana yang mau di soal.

Alhamdulillah, yang tadinya hanya mendampingi kakak, ini juga merupakan titik balik saya yang selama ini sudah lalai dengan murojaah. Saat lomba ini saya justru memilih Hizb ke-3 diawal juz 2 dan hasilnya….blank doooong

Astaghfirullah, seketika tersadar kenapa selama ini menginginkan anak-anak dekat dengan Alquran kalau saya sendiri juga jauh dari kata Ahlul Quran. Hizb yang saya pilih ini memang sudah lama tak diulang, bagaimana mau menambah hafalan yang ada saja belum terjaga dengan baik. Faghfirliy Ya Rabb.

Dan pada akhirnya, kupon Emartnya diberikan buat opu. Lumayan ya opu 50ribu won buat beli ikan 😂

Alhamdulillah, dengan adanya momen ini, jadi refleksi kami sekeluarga. Ternyata syiar Quran saat ini tepat sekali benar-benar untuk kami sekeluarga. Dan salah satu kunci menjadi keluarga Alquran adalah keistiqomahan.

Semoga setelah ini Allah anugerahkan kami keistiqomahan menjadi keluarga Alquran walau terhalang jarak bersama, walau menjadi yang sedikit disana, semoga senantiasa Allah berikan keberkahan. ❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *